Desa Sugihwaras
Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo
Hidupkan Kearifan Lokal, Pemdes Sugihwaras Bersama GP Ansor Gelar Pangling Dateng Pendiri Deso
SUGIHWARAS — Pemerintah Desa Sugihwaras bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sugihwaras menggelar kegiatan “Pangiling Dateng Pendiri Deso” sebagai upaya menghidupkan kearifan lokal, melestarikan tradisi, serta mengenang jasa para pendiri desa. Kegiatan yang dipusatkan di Makam Mbah Ronggo tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sejarah desa.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis Kliwon, 15 Oktober 2026, pukul 20.30 WIB ini diisi dengan kirim doa bersama bagi para pendiri dan leluhur Desa Sugihwaras. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara pemerintah desa, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat.
Mengusung semangat sinergitas, kegiatan ini menegaskan bahwa pelestarian budaya dan sejarah bukan hanya menjadi tanggung jawab generasi terdahulu, melainkan juga amanah bagi generasi saat ini untuk diteruskan kepada generasi mendatang.
Kepala Desa Sugihwaras, Bapak Setiyono, S.Tr.Geof., menekankan pentingnya menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah dan asal-usul desa. Menurutnya, kemajuan pembangunan harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya, tradisi, dan penghormatan terhadap para pendiri desa. "Desa yang kita tempati dan kita bangun bersama hari ini tentu memiliki sejarah panjang dan tidak terlepas dari perjuangan para pendahulu. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menghormati jasa para pendiri desa, mendoakan para leluhur, serta menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan kepada kita."
Melalui kegiatan Pangiling Dateng Pendiri Deso ini, saya mengajak seluruh masyarakat Desa Sugihwaras untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan melestarikan kearifan lokal. Jangan sampai kita melupakan sejarah, karena dengan memahami asal-usul desa, kita dapat membangun masa depan dengan lebih baik.
"Saya juga mengapresiasi sinergitas GP Ansor Sugihwaras bersama Pemerintah Desa Sugihwaras dalam menjaga tradisi dan menggerakkan partisipasi masyarakat. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat bersama untuk mewujudkan Desa Sugihwaras yang semakin maju tanpa meninggalkan akar budayanya." Menambahkan
Kolaborasi Pemerintah Desa Sugihwaras dan GP Ansor Sugihwaras menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi lokal. Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kebudayaan dan sosial diharapkan mampu memperkuat kesinambungan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
Sinergitas tersebut juga menjadi ruang untuk membangun kepedulian bersama terhadap sejarah desa. Dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, pelestarian budaya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
Tradisi kirim doa di Makam Mbah Ronggo menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap sejarah lokal sekaligus pengingat bahwa identitas sebuah desa terbentuk melalui perjalanan panjang, perjuangan, dan kebersamaan masyarakatnya.
Di tengah perkembangan zaman, upaya menjaga tradisi lokal memiliki arti penting bagi keberlangsungan identitas masyarakat. Modernisasi dan pembangunan desa perlu tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal agar kemajuan tidak membuat masyarakat kehilangan jati dirinya.
Melalui kegiatan Pangiling Dateng Pendiri Deso, masyarakat diajak untuk kembali mengingat cikal bakal berdirinya Desa Sugihwaras, memperkuat rasa memiliki terhadap desa, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Pesan yang diusung dalam kegiatan ini sejalan dengan semangat untuk tidak melupakan sejarah: “Jangan sekali-kali melupakan sejarah, mari kita ingat selalu cikal bakal berdirinya desa tercinta.”
Pemerintah Desa Sugihwaras bersama GP Ansor Sugihwaras berharap semangat tersebut dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi muda. Sebab, desa yang kuat bukan hanya desa yang berkembang secara fisik, melainkan juga desa yang mampu merawat sejarah, menjaga tradisi, dan memelihara persatuan warganya.
Bersama masyarakat, merawat sejarah, melestarikan budaya, dan membangun masa depan desa.


